Tebar Cahaya di Tengah Musibah, Presiden Partai Indonesia Terang Salurkan Al-Qur’an dan Kitab untuk Korban Banjir di Bireuen
![]() |
Tebar Cahaya di Tengah Musibah, Presiden Partai Indonesia
Terang Salurkan Al-Qur’an dan Kitab untuk Korban Banjir di Bireuen
|
|
SBS / BIREUEN - Kepedulian terhadap korban banjir di Kabupaten Bireuen terus mengalir dari berbagai elemen masyarakat. Salah satunya ditunjukkan oleh Jona Yutuber Bireuen yang secara konsisten hampir setiap hari menyalurkan bantuan berupa Al-Qur’an dan kitab-kitab keagamaan kepada warga terdampak bencana banjir.
Bantuan tersebut berasal dari Dr. (Cn) Hj. Rizayanti, S.H., M.M., Presiden Partai Indonesia Terang, yang mempercayakan pendistribusiannya kepada Jona Yutuber agar dapat menjangkau masyarakat yang benar-benar membutuhkan, khususnya mereka yang kehilangan sarana ibadah akibat bencana.
Pada Rabu pagi (21/01/2026), Jona kembali menyalurkan bantuan ke Desa Pulo Ara, Kecamatan Kota Juang, Kabupaten Bireuen. Bantuan tersebut diterima oleh Suryati, didampingi suaminya, Marzuki. Saat banjir melanda, rumah mereka terendam air setinggi hampir satu meter disertai lumpur, menyebabkan sebagian besar perabotan rumah tangga rusak, termasuk Al-Qur’an dan kitab-kitab keagamaan yang mereka miliki.
Desa Pulo Ara merupakan salah satu wilayah terdampak banjir dan juga dikenal sebagai desa tempat tinggal Bupati Bireuen terpilih, H. Mukhlis, S.T. Kondisi ini menunjukkan bahwa bencana alam tidak mengenal batas sosial maupun wilayah, dan telah menyentuh berbagai lapisan masyarakat.
Jona Yutuber menjelaskan bahwa penyaluran bantuan dari Dr. (Cn) Hj. Rizayanti tidak hanya terfokus pada satu desa, tetapi telah menjangkau sejumlah desa lain di Kabupaten Bireuen, termasuk beberapa wilayah yang sempat terisolir akibat banjir.
“Kami berupaya agar bantuan ini tepat sasaran. Meski jumlahnya masih terbatas, kami berharap ke depan semakin banyak pihak yang tergerak untuk ikut berbagi dan membantu saudara-saudara kita yang terdampak,” ujar Jona.
Aksi kemanusiaan ini dilakukan dengan penuh keikhlasan
sebagai bentuk kepedulian sosial sekaligus dukungan spiritual bagi masyarakat
yang tengah diuji oleh musibah.
“Bencana boleh merenggut harta dan tempat tinggal, tetapi
kepedulian dan keikhlasan akan selalu menyalakan cahaya harapan bagi sesama.”
(Hendra)

Komentar
Posting Komentar