Puncak Acara Kegiatan Sedekah Bumi RW 06 Banyu Urip Wetan dan Haul Mbah Kramatdewo di Tutup dengan Campur Sari.
![]() |
| Puncak Acara Kegiatan Sedekah Bumi RW 06 Banyu Urip Wetan dan Haul Mbah Kramatdewo di Tutup dengan Campur Sari. |
SBS / SURABAYA – Kirab Budaya dan Pagelaran Campur Sari mewarnai peringatan Haul Mbah Kramatdewo dan Sedekah Bumi, Kegiatan ini dilaksanakan selama Dua hari, Jumat dan Sabtu, 17–18 April 2026, bertempat di Lokasi Area Makam dan Pasar Burung Kupang, Surabaya..
Rangkaian acara dimulai sejak pagi hingga malam hari, diawali pada Jum’at 17 April 2026 dengan Tahfidz Quran, Kirap Tumpeng dan Tahlil serta Halalbihalal dilaksanakan di Area Makam, kemudian pada 18 April 2026 denmgan acara Sunatan Masal, Jaran Kepang dan ditutup dengan pagelaran Campur Sari dilokasi Pasar Burung Kupang.
Dalam Acara penutupan dihadiri oleh Camat Sawahan yang diwakili oleh Sekcam, Anton Tarayuda SH, CN,. Lurah Banyu Urip, Dedy Ahmad Choiruddin, S.T., Ketua LPMK Banyu Urip, Sujito / Sudjito Urip, Ketua Paguyuban RT/RW se Surabaya, Chamdani., Ketua RW.06, H. Moch. Rois, Ketua Panitia, Etza dan Ketua RT. 01- 09, serta tamu undangan.
Perwakilan Camat Sawahan yang diwakili oleh Sekcam, Anton Tarayuda SH, CN, menyampaikan dukungan terhadap pelestarian budaya lokal. “Pagelaran ini bukan hanya untuk hiburan, tapi juga memberi dampak ekonomi bagi warga sekitar serta melestarikan budaya bagi generasi muda kita.,” ujarnya.
Sambutan serupa juga disampaikan oleh Lurah Banyu Urip, Dedy Ahmad Choiruddin, S.T.,. Beliau menegaskan pentingnya menjaga eksistensi budaya di tengah arus globalisasi. “Tradisi seperti ini adalah identitas kita, jangan sampai tergeser oleh budaya asing,” katanya didepan para undangan yang hadir.
Tak lupa juga sambutan dari Ketua Paguyuban RT/RW se Surabaya, Chamdani., menjelaskan, tradisi Sedekah Bumi merupakan bentuk syukur masyarakat atas berkah kehidupan serta mensyukuri atas rejeki yang diberikan oleh Allah SWT kepada kita semua. Ia berharap kegiatan ini menjadi sarana mempererat nilai gotong royong, kerukunan dan spiritual masyarakat.
Dalam Sambutan penutup oleh Ketua RW. 06, H. Moch. Rois, mengucapkan banyak terimakasi kepada para tamu undangan yang hadir, serta paniti yang sudah menyukseskan semua acara ini berjalan dengan lancer, harapa beliau kedepan tahun tahun mendatang, lebih meriah dan banyak kegiatan yang akan diselenggarakan, karena kita patut melestarikan unsur budaya, guna para generasi muda kita tidak lupa akan nilai nilai luhur budaya kita.
Setelah selesai sambutan, kemudian acara dilanjut dengan pemotongan tumpeng oleh Joko Sutrisno kepada Dalang Ki Bambang Handoyo, pertanda puncak acara dimulai dengan penyerahan pemotongan tumpeng.
Ditempat yang sama Media menemui Ketua Panitia, Cak Etza, beliau mengatakan, perlunya pelestarian Budaya kepada para Generasi Muda supaya tidak tergerus akan Budaya Asing yang masuk, acara ini berkat kerjasama warga setempat dan para donator, harapan dari Cak Etza kedepannya acara tahunan ini lebih meriah lagi, dan makin banyak anak anak muda yang mau ikut dalam kegiatan Budaya.
Untuk mendukung kelancaran kegiatan, personel dari Polsek
dan koramil Sawahan melaksanakan pengamanan. Kegiatan berjalan dengan aman dan
kondusif hingga selesai. (SATRIYA/DWI
LISTYOWATI)

Komentar
Posting Komentar