![]() |
Harga Elpiji 3 Kg Masih Tinggi Warga Bireuen Menjerit Tembus Rp. 60.000
SBS/Bireuen — Pasca bencana banjir dan longsor yang melanda beberapa waktu lalu, berbagai infrastruktur vital seperti jalan dan jembatan sempat lumpuh total. Kondisi tersebut berdampak langsung pada roda perekonomian masyarakat Kabupaten Bireuen.
Di tengah upaya pemulihan, Pemerintah Kabupaten Bireuen di bawah kepemimpinan Bupati H. Mukhlis, ST, dengan dukungan TNI dan Polri, telah berhasil menyelesaikan pembangunan Jembatan Desa Awe Geutah. Jembatan ini kini kembali membuka akses utama Bireuen–Medan, sembari menunggu rampungnya pembangunan Jembatan Kuta Blang.
Saat ini, akses transportasi sudah mulai berangsur normal. Namun ironisnya, kondisi tersebut belum sepenuhnya meringankan beban masyarakat. Harga gas elpiji subsidi 3 kilogram masih melambung tinggi, mencapai sekitar Rp60.000 per tabung, jauh di atas Harga Eceran Tertinggi (HET) yang ditetapkan pemerintah.
Harga tersebut dinilai sangat memberatkan masyarakat, khususnya warga Kabupaten Bireuen, dan secara umum masyarakat di Provinsi Aceh, mengingat di daerah lain harga gas elpiji 3 kg masih jauh lebih terjangkau.
Berdasarkan pantauan media ini pada Jum’at (19/12/2025), belum terlihat adanya langkah konkret dari pemerintah melalui dinas terkait untuk turun langsung ke lapangan melakukan pengawasan maupun penertiban terhadap pelaku usaha yang menjual gas elpiji di atas harga standar.
Sementara itu, pihak Pemerintah Kabupaten Bireuen, khususnya Bupati Bireuen, belum dapat dikonfirmasi. Hal tersebut dikarenakan Bupati masih fokus berada di lapangan untuk membantu dan memastikan penanganan korban bencana banjir dan tanah longsor berjalan optimal
“Sesudah badai berlalu, seharusnya pelangi memberi harapan,
bukan menambah beban. Ketika jalan telah terbuka, jangan biarkan dapur rakyat
tetap tertutup.” (Hendra)

Komentar
Posting Komentar