GANGGUAN PENERBANGAN MELUAS DI ASIA, 2.700 LEBIH JADWAL TERTUNDA

 


SBS/Jakarta — Ribuan para wisatawan di berbagai Negara di Asia mengalami gangguan perjalanan udara pada Minggu (14/12.2025) akibat masalah penerbangan yang meluas.

Tercatat hamper 225 penerbangan dibatalkan dan 2.794 penerbangan mengalami penundaan di sejumlah bandara utama. Gangguan terjadi juga di Jakarta Soekarno-Hatta dengan 408 penundaan, Tokyo Haneda dengan 32 pembatalan dan 288 penundaan, Bangkok Suvarnabhumi 281 penundaan, Incheon International 294 penundaan, Singapura Changi 277 penundaan, Shenzhen Bao’an 344 penundaan, Guangzhou Baiyun 190 penundaan, serta New Chitose di Jepang dengan 64 pembatalan dan 194 penundaan.

Mengutip laporan Travel and Tour World (TTW), sejumlah maskapai besar terdampak dalam gangguan ini. Air China mencatat lebih dari 200 gabungan penundaan dan pembatalan di berbagai hub, diikuti China Southern Airlines dengan lebih dari 170 penundaan dan Japan Airlines sekitar 165 penundaan.


Di Jepang, All Nippon Airways (ANA) dan ANA Wings mengalami pembatalan signifikan, khususnya di bandara regional. Sementara itu, Korean Air mencatat 70 penundaan, Singapore Airlines 74 penundaan, dan Thai Airways 81 penundaan. Di Indonesia, gangguan turut dialami Batik Air, Lion Air, dan Super Air Jet.

Secara umum, pola gangguan didorong oleh tingginya penundaan di Asia Tenggara dan Tiongkok, sementara Jepang mencatat tingkat pembatalan yang lebih tinggi. Kota-kota besar seperti Tokyo, Beijing, Jakarta, Bangkok, Singapura, dan Seoul menjadi wilayah yang paling terdampak, mencerminkan tekanan operasional luas di Jepang, Tiongkok, Indonesia, Thailand, Singapura, dan Korea Selatan.

Dalam pembaruan terbaru, Jakarta (CGK) tercatat sebagai bandara dengan jumlah penundaan tertinggi, yakni 408 penerbangan. Air China dan ANA Group berkontribusi besar terhadap total 218 pembatalan di China dan Jepang.


Bangkok Suvarnabhumi (BKK) dan Incheon (ICN) menyusul dengan masing-masing 281 dan 294 penundaan. Di Jepang, New Chitose (CTS) dan Osaka Itami (ITM) mengalami peningkatan pembatalan akibat tekanan jaringan regional. Sementara itu, bandara-bandara utama di Tiongkok seperti Shenzhen, Guangzhou, Beijing, dan Shanghai Hongqiao lebih banyak mengelola gangguan melalui penundaan dibandingkan pembatalan.

Data ini menunjukkan jaringan penerbangan Asia masih berada di bawah tekanan, dengan penundaan menjadi mekanisme utama untuk menjaga kelangsungan operasional di sebagian besar bandara utama.(Satriya/Info Penerbangan)

Komentar