Kadinkes Bersama Polres Bireuen Gelar Gotong Royong Bersihkan Pustu Alue Kuta Pascabanjir

 

Kadinkes Bersama Polres Bireuen Gelar Gotong Royong Bersihkan Pustu Alue Kuta Pascabanjir

 

SBS/Bireuen - Kepala Dinas Kesehatan Kabupaten Bireuen bersama jajaran Polres Bireuen melaksanakan kegiatan gotong royong membersihkan Puskesmas Pembantu (Pustu) Alue Kuta, Kecamatan Jangka, Rabu (24/12/2025).

Kegiatan ini turut melibatkan Kepala Puskesmas Jangka beserta seluruh staf sebagai bentuk kepedulian bersama terhadap fasilitas kesehatan yang terdampak banjir.

Pustu Alue Kuta merupakan salah satu fasilitas kesehatan yang mengalami dampak banjir cukup parah. Genangan air bercampur lumpur mencapai ketinggian sekitar setengah meter, menyebabkan hampir seluruh fasilitas dan ruangan terdampak, sehingga pelayanan kesehatan sementara waktu tidak dapat berjalan optimal.

Kepala Dinas Kesehatan Kabupaten Bireuen, dr. Irwan, kepada media ini pada Kamis (25/12/2025) menyampaikan bahwa pembersihan fasilitas kesehatan pascabanjir menjadi prioritas utama. Hal tersebut dilakukan mengingat dalam situasi bencana, layanan kesehatan sangat dibutuhkan oleh masyarakat dan tidak boleh terhenti terlalu lama.


“Upaya pembersihan terus kita lakukan agar fasilitas kesehatan dapat segera difungsikan kembali. Dalam kondisi bencana seperti ini, program dan pelayanan kesehatan merupakan kebutuhan mendesak bagi masyarakat,” ujar dr. Irwan.

Ia juga berharap agar alat kesehatan (alkes) serta perabotan (mobiler) yang ada di fasilitas kesehatan terdampak banjir dapat diselamatkan sehingga tidak mengalami kerusakan yang lebih parah. Dengan demikian, proses pemulihan layanan kesehatan dapat berjalan lebih cepat dan efisien.

Melalui kegiatan gotong royong ini, diharapkan Pustu Alue Kuta dapat segera kembali beroperasi guna memenuhi kebutuhan pelayanan kesehatan masyarakat sekitar. Kolaborasi lintas sektor antara Dinas Kesehatan, Polres Bireuen, serta tenaga kesehatan menjadi bukti nyata komitmen bersama dalam menjaga keberlangsungan layanan publik di tengah situasi darurat.

Gotong royong di fasilitas kesehatan bukan sekadar kerja bersama, melainkan wujud nyata kepedulian dan nilai kemanusiaan yang hidup di tengah masyarakat. Ketika fasilitas kesehatan menghadapi keterbatasan akibat bencana, semangat kebersamaan menjadi kekuatan utama. Kesehatan tidak hanya menjadi tanggung jawab tenaga medis, tetapi merupakan amanah bersama seluruh elemen masyarakat.


Dalam semangat gotong royong, setiap peran memiliki makna. Tenaga kesehatan bekerja dengan keahlian dan dedikasi, sementara unsur lainnya hadir dengan tenaga, dukungan moral, serta kepedulian. Seperti kata bijak, beban berat akan terasa ringan bila dipikul bersama. Kebersamaan inilah yang mempercepat pemulihan, tidak hanya secara fisik, tetapi juga secara sosial dan psikologis.

Lebih dari itu, gotong royong menumbuhkan kepercayaan dan solidaritas. Fasilitas kesehatan tidak hanya menjadi tempat pengobatan, tetapi juga ruang harapan dan kemanusiaan. Dengan menjaga dan memulihkannya bersama, kita sesungguhnya sedang menjaga masa depan masyarakat. Selama semangat ini terus dirawat, fasilitas kesehatan akan selalu menjadi simbol kepedulian, kekuatan dan ketamgguan bersama. ( Hendra)

 

Komentar