M Nasir Djamil Salurkan Bantuan BPKH untuk Korban Banjir Bandang Aceh Utara Wujud Kepedulian dan Amanah Umat

 

M Nasir Djamil Salurkan Bantuan BPKH untuk Korban Banjir Bandang Aceh Utara Wujud Kepedulian dan Amanah Umat

Bireuen — Anggota DPR RI Fraksi Partai Keadilan Sejahtera (PKS), M. Nasir Djamil, menyalurkan bantuan kemanusiaan dari Badan Pengelola Keuangan Haji (BPKH) kepada para pengungsi yang terdampak banjir bandang di Desa Leubok Pusaka, Dusun Bidari, Kecamatan Langkahan, Kabupaten Aceh Utara, beberapa hari lalu.


Bencana banjir bandang tersebut telah memaksa 670 Kepala Keluarga (KK) meninggalkan rumah mereka. Tidak hanya kehilangan tempat tinggal, warga juga kehilangan sumber mata pencaharian yang selama ini menopang kehidupan sehari-hari. Kondisi para pengungsi saat ini sangat memprihatinkan dan membutuhkan perhatian serius serta uluran tangan dari pemerintah dan para dermawan. 

Keterbatasan air bersih, kebutuhan pokok, obat-obatan, serta tempat berteduh menjadi persoalan utama yang dihadapi para korban. Situasi semakin berat dengan listrik yang belum menyala dan akses jalan yang rusak, sehingga menghambat distribusi bantuan dan aktivitas masyarakat.

Melalui penyaluran bantuan ini, M. Nasir Djamil menegaskan bahwa kepedulian terhadap sesama merupakan bagian dari amanah kemanusiaan dan nilai keislaman yang harus terus dijaga. Bantuan tersebut diharapkan dapat meringankan beban para pengungsi serta menjadi penguat semangat bagi mereka untuk bangkit dari musibah.


Sebagaimana firman Allah SWT dalam Al-Qur’an:

“Dan tolong-menolonglah kamu dalam (mengerjakan) kebajikan dan ketakwaan, dan jangan tolong-menolong dalam berbuat dosa dan pelanggaran. Dan bertakwalah kamu kepada Allah, sesungguhnya Allah amat berat siksaan-Nya.” (QS. Al-Māidah: 2)

Rasulullah ﷺ juga bersabda: “Barang siapa memudahkan urusan orang lain yang sedang mengalami kesulitan, maka Allah akan memudahkan urusannya di dunia dan akhirat. Allah akan senantiasa menolong hamba-Nya selama hamba tersebut menolong saudaranya.”


Bantuan ini menjadi pengingat bahwa di tengah musibah, solidaritas dan kepedulian adalah cahaya harapan. Ketika tangan-tangan kebaikan bersatu, penderitaan akan terasa lebih ringan dan harapan akan selalu menemukan jalannya.

“Musibah boleh meruntuhkan rumah, tetapi kepedulian dan persaudaraan akan selalu membangun kembali harapan.” ( Hendra)

Komentar