Wawancara Khusus dengan Umar Patek dan Bisnis Baru yang Digeluti Saat Ini

 


SBS/Surabaya - Wawancara Khusus dengan Umar Patek dan Bisnis Baru yang Digeluti Saat Ini, bertempat di Kafe Hedon Estate, berlokasi Jalan Ngagel Timur No. 23, Surabaya, pada Sabtu (13/12/2025), dalam suasana santai. 

Mungkin para pembaca setia tidak lupa akan nama beliau Umar Patek, beliau Umar Patek pernah terlibat dalam kasus Bom Bali 2002 (perakitan bom) dan Bom Malam Natal 2000 di Jakarta. Waktu itu,


Beliau akhirnya ditangkap pada tahun 2011, dan diadili tahun 2012, divonis 20 tahun penjara, dan Umar Patek akhirnya dibebaskan bersyarat pada Desember 2022. 

Setelah beliau menjalani hukuman dilapas Surabaya, dan merenung akan kesalahan apa yang pernah  lakukan, Umar Patek akhirnya bertaubat dan tidak lagi mengikuti akan ajaran aliran Radikalis

Sekarang beliau menjalani hidup dengan berwiraswasta, dengan istrinya meracik kopi dengan nama, Kopi Ramu Umar Patek.

Bisnis ini dimulai setelah ia bebas bersyarat, berkat ajakan seorang dokter bernama Drg. David Andreasmito,   yang melihat akan potensi dan keahlian Umar Patek dalam meracik sebuah resep kopi racikan dari sosok ibu Patek. 

Kopi Ramu Umar Patek adalah bisnis kopi yang dirintis oleh mantan seorang narapidana terorisme, Umar Patek (Hisyam bin Ali Zein), setelah bebas bersyarat pada 2022, melambangkan transformasi hidupnya dari masa lalu kelam menjadi kehidupan positif, dengan meracik kopi rempah dan biji kopi pilihan (Arabika Ijen dan Robusta).

Nama "Ramu" adalah kebalikan dari nama "Umar," melambangkan perubahan, dan tujuannya adalah untuk menunjukkan bahwa setiap orang bisa berubah menjadi lebih baik, dengan slogan seperti "Rasakan Perubahan" dan "Membawa pesan perdamaian dan rekonsiliasi".


Filosofi dan Makna

Ramu: Nama ini adalah kebalikan dari Umar, simbol lembaran baru dan transformasi hidup.

Simbol Perubahan: Kopi ini bukan hanya minuman, tetapi simbol harapan dan penyembuhan, mengubah rasa pahit masa lalu menjadi sesuatu yang positif.

Pesan Humanisme: Melalui kopi, Umar Patek ingin menyampaikan pesan perdamaian dan rekonsiliasi, menunjukkan bahwa ia telah berubah dari perakit bom menjadi peracik kopi.

Dibantu oleh seorang Drg. David Andreasmito, beliau membantu Umar Patek dengan menyediakan tempat pemasaran produksi kopi raciknya, untuk  dipasarkan dan diluncurkan di KafĂ© Hedon Estate, Surabaya, serta tersedia di kafe lain dari cabang Hedon Estate di Banyuwangi.

Saat diwawacarai oleh Media Umar Patek menjelaskan akan bahan yang digunakan dalam meracik kopinya yang menggunakan biji kopi Arabika dari lereng Gunung Ijen, Bondowoso, dan biji Robusta pilihan, serta rempah-rempah.

Adapun menurut Umar Variannya tersedia dalam varian Kopi Ramu Signature (blend Arabika-Robusta), Kopi Rempah, Arabika Ijen, dan Robusta.

Menurut beliau cita rasa memberikan perpaduan aroma floral, rasa asam segar, pahit khas, dan kehangatan rempah, dengan sensasi "meledak" yang mengobati luka masa lalu.

Disela wawancara khusus ini Umar Patek berkeinginan atau berharap produk kopinya diterima masyarakat dan menjadi bukti bahwa seseorang bisa memperbaiki diri dan memulai hidup baru, tidak peduli sekelam apapun masa lalunya.


Beliau juga berpesan kepada para Generasi Muda utuk tidak ikut akan hal hal yang negative, terutama masalah tawuran, ini bibit dari awal Radikalisme, terutama pesan beliau kepada adik adik Mahasiswa untuk tidak terlibat dalam tawuran antar Fakultas atau Universitas, mari berprestasi untuk membangun Negara kita tercinta, hindari akan Anarkis serta ajakan ajaran yang menyesatka.

“Terutama pada anak pelajar, beliau meminta untuk para orang tua selalu mengawasi putra putrinya, baik bergaul dan akan juga perkembangan Teknologi ini sangat bisa mempengaruhi, bila tidak ada pengawasan orang tua, serta meminta para generasi muda saling menghargai anak ssama, jangankan perbedaan menjadi pintu permusuhan , perbedaan itu adalah bumbu dalam kehidupan, tidak ada ajaran agama untuk saling menyakiti satu sama lain,” pesan dari Umar Patek saat diwawancarai.

“Mari kita jaga kerukunan beragama, saling toleransi antar sesame agama, tidak melihat perbedaan antar suku, agama dan adat istiadat, kita ini sama yaitu Bangsa Indonesia,” tegas Umar Patek untuk para Generasi Muda. (Tim PT. MSR)

Komentar