Baitul Mal Bireuen Salurkan Rp13,78 Miliar Zakat dan Infak Sepanjang 2025, Sentuh Ribuan Mustahik

 

Ketua BMK Bireuen, Tgk. Muhammad Hafiq, S.Sy, menyampaikan pada 31 Desember 2025 bahwa dana zakat yang telah disalurkan mencapai Rp3.957.486.228 kepada 3.885 penerima, sementara dana infak sebesar Rp9.824.199.200 disalurkan kepada 536 penerima.


SBS / BIREUEN
- Sepanjang tahun anggaran 2025, Baitul Mal Kabupaten (BMK) Bireuen menyalurkan dana zakat dan infak sebesar Rp13,78 miliar lebih kepada 4.421 mustahik yang berhak menerima pada berbagai senif zakat serta program dana infak.

Ketua BMK Bireuen, Tgk. Muhammad Hafiq, S.Sy, menyampaikan pada 31 Desember 2025 bahwa dana zakat yang telah disalurkan mencapai Rp3.957.486.228 kepada 3.885 penerima, sementara dana infak sebesar Rp9.824.199.200 disalurkan kepada 536 penerima.

“Dana zakat yang disalurkan merupakan hasil penerimaan hingga Desember 2025. Karena keterbatasan waktu, masih terdapat sebagian zakat yang belum tersalurkan dan akan direalisasikan pada tahun berikutnya,” jelas Tgk. Muhammad Hafiq.

Ia merinci, penyaluran zakat tersebut mencakup berbagai kelompok penerima, di antaranya 572 fakir uzur sebesar Rp858.000.000, serta bantuan hak miskin melalui permohonan kepada BMK untuk 467 penerima senilai Rp467.000.000. Selain itu, bantuan biaya pendampingan berobat disalurkan kepada 22 penerima sebesar Rp44.000.000.

Pada sektor pendidikan, zakat diberikan kepada 986 siswa miskin SD senilai Rp591.600.000, 424 siswa miskin SMP sebesar Rp318.000.000, 31 siswa miskin MTs sebesar Rp23.250.000, serta 890 siswa miskin MI/MA (Kemenag) dengan total Rp445.000.000. Bantuan juga menyentuh 140 warga miskin penyandang disabilitas senilai Rp210.000.000, serta pembangunan 54 unit jamban sehat bagi keluarga miskin dengan anggaran Rp398.734.000.

Selanjutnya, dana zakat juga dialokasikan untuk amil UPZ lembaga, sekolah, dan instansi vertikal sebesar Rp445.902.228, bantuan kepada empat orang mualaf senilai Rp20.000.000, serta pada senif fisabilillah kepada 136 santri sebesar Rp136.000.000.

Sementara itu, pada tahun 2025 BMK Bireuen juga telah menyalurkan dana infak untuk berbagai program, meskipun masih terbatas akibat kendala waktu. Program pemberdayaan ekonomi disalurkan kepada 432 penerima dengan total Rp1.177.000.000. Pada program kemaslahatan umat, bantuan dana diberikan kepada 10 korban kebakaran rumah sebesar Rp50.000.000.

Selain itu, dana infak juga digunakan untuk pembangunan 94 unit rumah fakir miskin (dhuafa) senilai Rp7.919.818.000, ditambah biaya perencanaan dan pengawasan sebesar Rp166.320.000, serta empat kegiatan pelatihan dengan total anggaran Rp505.811.200.

Tgk. Muhammad Hafiq menegaskan, seluruh penyaluran dana kepada 4.421 penerima pada tahun anggaran 2025 dilakukan secara non-tunai, langsung ke rekening masing-masing mustahik, sebagai bentuk transparansi dan akuntabilitas.

Ia juga menyampaikan apresiasi kepada Aparatur Sipil Negara (ASN) Pemkab Bireuen dan seluruh instansi yang telah menunaikan zakat melalui Baitul Mal Bireuen.

“Kami berharap semakin banyak pengusaha dan para muzakki lainnya yang menyalurkan zakat melalui Baitul Mal. Karena sejatinya, zakat bukan sekadar kewajiban, melainkan jembatan keberkahan yang menghubungkan yang mampu dengan yang membutuhkan,” tuturnya.

Menurutnya, semakin besar partisipasi masyarakat dalam menunaikan zakat, maka semakin luas pula manfaat yang dapat dirasakan oleh fakir dan miskin sesuai dengan ketentuan syariat Islam.

“Harta yang dibersihkan dengan zakat tidak akan berkurang, justru menjadi sebab tumbuhnya keadilan dan kesejahteraan umat.” ( Hendra)

Komentar