Di Tengah Luka Bencana, ASN Bireuen Soroti Minimnya Relaksasi Kredit Bank Aceh Syariah

 

Di Tengah Luka Bencana, ASN Bireuen Soroti Minimnya Relaksasi Kredit Bank Aceh Syariah

 

SBS / BIREUEN - Pasca terjadinya bencana banjir bandang yang melanda sejumlah wilayah di Aceh, muncul kegelisahan di kalangan Aparatur Sipil Negara (ASN) Kabupaten Bireuen. Mereka mempertanyakan sikap Bank Aceh Syariah yang dinilai belum sepenuhnya menunjukkan keberpihakan kepada Nasabah, khususnya dalam bentuk relaksasi kredit sebagaimana yang telah diterapkan oleh beberapa perbankan lainnya.

Sejumlah ASN menyampaikan kekecewaan mereka atas kebijakan Bank Aceh Syariah yang dianggap kurang sensitif terhadap kondisi ekonomi masyarakat pascabencana. Dalam situasi darurat dan penuh ketidakpastian, para nasabah berharap adanya kebijakan yang meringankan beban, bukan sekadar prosedur administratif yang justru menambah tekanan.

“Seharusnya, dalam kondisi masyarakat sedang tertimpa musibah, bank dapat hadir sebagai mitra yang empatik dan solutif. Bencana bukan hanya merusak harta benda, tetapi juga mengguncang stabilitas ekonomi keluarga,” ujar salah seorang ASN di Kota Juang Bireuen yang enggan disebutkan namanya, Sabtu (10/01/2025).

Ia mengakui bahwa pihak Bank Aceh Syariah memang membuka ruang untuk kelonggaran kredit. Namun, kelonggaran tersebut disertai syarat perpanjangan masa kredit. Menurutnya, kebijakan ini terasa kurang mencerminkan keikhlasan dalam membantu nasabah yang terdampak bencana. “Jika hanya memperpanjang tenor tanpa ada keringanan nyata, maka beban itu hanya dipindahkan ke masa depan, bukan diselesaikan,” ungkapnya dengan nada kecewa.

Bank Aceh Syariah selama ini dikenal sebagai bank kebanggaan masyarakat Aceh, terutama bagi ASN yang seluruh sistem penggajian dan berbagai transaksi keuangan pemerintahan terpusat melalui bank tersebut. Oleh karena itu, para ASN menilai sudah sewajarnya Bank Aceh Syariah mengambil peran lebih besar dalam melindungi nasabahnya, terutama saat masyarakat berada dalam kondisi sulit.

“Dalam keadaan normal saja, Bank Aceh menjadi tumpuan. Apalagi saat bencana seperti sekarang ini, seharusnya bank hadir dengan kebijakan yang berpihak kepada rakyat, bukan sebaliknya,” lanjut ASN tersebut.

Hingga berita ini diturunkan, pihak Bank Aceh Syariah Cabang Bireuen belum berhasil dihubungi untuk dimintai konfirmasi terkait kebijakan relaksasi kredit tersebut. Upaya konfirmasi telah dilakukan hingga Minggu (11/01/2026), namun belum memperoleh tanggapan resmi.

Situasi ini menjadi pengingat bahwa kehadiran lembaga keuangan, khususnya bank daerah, tidak hanya diukur dari kinerja bisnis semata, tetapi juga dari sensitivitas sosial dan keberpihakan terhadap masyarakat yang dilayaninya. Di tengah duka dan pemulihan pascabencana, kebijakan yang bijak dan berkeadilan menjadi harapan banyak pihak. (Hendra)

Komentar