![]() |
SBS / SURABAYA – Kelurahan Kertajaya, Kecamatan Gubeng kembali menegaskan komitmennya dalam mewujudkan lingkungan bebas sampah plastik melalui kegiatan Pelatihan Kerajinan Tangan dari Limbah Plastik yang digelar di Halama Kelurahan Kertajaya, pada Senin (19/01/26) pukul 09.00 WIB.
Kegiatan ini diikuti oleh kurang lebih 40 peserta, dari tim KSH Kelurahan Kertajaya, Kecamatan Gubeng. Partisipasi besar kaum perempuan ini mencerminkan peran penting mereka dalam gerakan lingkungan berbasis komunitas.
Pelatihan menghadirkan narasumber lokal, Ibu, warga Kelurahan Mojo yang dikenal atas kepiawaiannya mengolah limbah plastik bernilai rendah seperti bungkus mie instan dan kemasan minuman bubuk menjadi produk kerajinan yang fungsional dan bernilai jual. Melalui pengalamannya, Ibu tak hanya berbagi teknik, tetapi juga menanamkan semangat pemberdayaan.
Dalam acara ini juga dihadiri oleh Lurah Kertajaya Kartika Prabaningrum, S.Ak., M.A.P, Kordinator Fasilitator Lingkungan Kecamatan Gubeng Tri Purwati, dan Keismin serta Asyah dari Fasilitator dan Pendamping Lingkungabn Kelurahan Mojo, juga dari anggota KSH (Kader Surabaya Hebat) Kelurahan Kertajaya.
Dalam sambutannya Lurah kertajaya, Kartika Prabaningrum, S.Ak., M.A.P, mengatakan,” bahwa acaraatau kegiatan ini diadakan supaya bermanfaat dan kontinyu, dan dari hasil ini bisa membantu sebagai pengalaman dan bisa menambah ekonomi.
“Saya ingin masyarakat sadar bahwa tidak ada sampah yang benar-benar tidak berguna. Semua tergantung bagaimana kita memanfaatkannya,” ujar Lurah Kertajaya.
Pelatihan ini muncul dari kegelisahan anggota Bank Sampah terhadap kenyataan bahwa sebagian besar sampah rumah tangga masih dibuang atau dibakar karena dianggap tidak memiliki nilai ekonomi. Melalui kegiatan ini, para peserta diajak melihat potensi ekonomi dari limbah plastik bernilai rendah serta menerapkan prinsip 3R (Reduce, Reuse, Recycle) dalam kehidupan sehari-hari.
Selain menjadi ruang belajar dan berbagi keterampilan, kegiatan ini juga diharapkan dapat memperkuat budaya baru di masyarakat budaya mengolah, bukan membuang. Dengan demikian, Kelurahan Kota Kertajaya dapat menjadi contoh Wilayah yang aktif dalam pengelolaan sampah berbasis komunitas dan berkelanjutan seperti di Kelurahan Mojo.
“Kegiatan ini sangat positif karena memberikan lebih banyak keterampilan bagi kelompok perempuan. Selain itu, pemahaman mereka terhadap pengelolaan sampah juga meningkat,” tutur lurah
Begitu pula dengan Kordinator Fasilitator Lingkungan Kecamatan Gubeng Tri Purwati, menyampaikan, “Semoga dengan adanya kegiatan ini ibu ibu KSH bisa lebih berkreasi dan menambah perekonomian keluarga, dan bisa memanfaatkan sampah sampah yang tidak bisa didaur ulang bisa bermanfaat”.
Dalam acara ini tampak Narasumber dari Kelurahan Mojo, Keismin serta Asyah dari Fasilitator dan Pendamping Lingkungabn Kelurahan Mojo memberikan penjelasan dan arahan kepada para ibu ibu KSH, dan langsung mempraktekan cara membuat tempat Tisue dari sisa bungkus minuman saset, yang sudah di gunting, dipola dn dirangkai untuk dijadikan bentuk yang indah.
Nampak para peserta sangat antusias mengikuti mulai dari
awal hingga akhir, supaya lebih mengerti dan jelas, supaya sampai dirumah bisa
di peragakan.(Satriy)

Komentar
Posting Komentar