Permohonan Penjelasan dan Kepastian Pemerintah Atas Korban Banjir Bireuen yang Tidak Memiliki Tempat Tinggal
![]() |
Permohonan Penjelasan dan Kepastian Pemerintah atas Nasib Warga Pengungsi Korban Banjir Bandang di Kabupaten Bireuen Yang Tidak Memiliki Rumah Dan Tana
SBS / BIREUEN - Bencana banjir bandang yang melanda Kabupaten Bireuen telah meninggalkan duka mendalam bagi masyarakat terdampak. Tidak hanya kehilangan harta benda, banyak warga kini harus menghadapi kenyataan pahit berupa hilangnya rumah tempat bernaung serta tanah yang selama ini menjadi sumber kehidupan dan penghidupan mereka. Dalam kondisi penuh keterbatasan tersebut, para warga pengungsi menyampaikan permohonan penjelasan yang jelas dan terbuka dari pemerintah terkait langkah-langkah penanganan serta masa depan mereka ke depan.
Seperti dikatakan Salah Seorang Warga Juli Desa Balee Panah, yang berstatus Kepala UPTD SD Negeri 7 Bireuen, M. Nazir, S.Pd.I., M.Pd, Malam Minggu (03/1/2026) Kepada Media ini
"Sebagai warga negara, masyarakat pengungsi berharap adanya kepastian dan kehadiran negara dalam menjawab kegelisahan yang mereka rasakan. Hingga saat ini, sebagian pengungsi masih berada dalam kondisi yang serba tidak menentu, dengan keterbatasan akses terhadap hunian layak, mata pencaharian, serta kejelasan status tanah dan tempat tinggal yang telah hilang atau rusak akibat bencana. Oleh karena itu, penjelasan yang komprehensif dari pemerintah sangat dibutuhkan agar warga tidak terjebak dalam ketidakpastian yang berkepanjangan.
Permintaan ini tidak dimaksudkan sebagai bentuk tuntutan yang mengabaikan keterbatasan pemerintah, melainkan sebagai ungkapan harapan agar ada komunikasi yang jujur, terarah, dan berkelanjutan. Warga pengungsi meyakini bahwa dengan penjelasan yang transparan—baik mengenai rencana relokasi, bantuan perumahan, ganti rugi lahan, maupun program pemulihan ekonomi—akan tumbuh kembali rasa percaya dan ketenangan di tengah masyarakat terdampak.
Dalam semangat kebersamaan dan kemanusiaan, warga pengungsi
juga mengajak seluruh pihak untuk melihat persoalan ini sebagai tanggung jawab
bersama. Bencana alam adalah ujian bagi semua, dan cara menyikapinya
mencerminkan nilai kepedulian, keadilan, serta keberpihakan kepada mereka yang
paling rentan. Dengan kebijakan yang bijaksana dan berpihak pada kemanusiaan, diharapkan
proses pemulihan tidak hanya membangun kembali rumah dan tanah, tetapi juga
memulihkan harapan serta martabat warga yang terdampak.
Akhirnya, besar harapan masyarakat pengungsi Kabupaten
Bireuen agar pemerintah dapat memberikan penjelasan yang menenangkan, langkah
yang nyata, dan solusi yang berkeadilan. Dengan demikian, luka akibat bencana
dapat perlahan disembuhkan, dan masyarakat dapat kembali menata kehidupan
mereka dengan rasa aman, percaya, dan penuh harapan akan masa depan yang lebih
baik. ( Hendra)

Komentar
Posting Komentar